Oleh: muhammadisal | Desember 15, 2009

Proses Terjadinya Konveksi Di Laut Dan Di Atmosfer

Muhammad Faisal

Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan

Jurusan Ilmu Kelautan Laboratorium Fisika Laut

konveksi yang terjadi di laut dan atmosfer tidak lain di karenakan oleh angin El Nino La Nina. El Nino dan La Nina adalah penting fluktuasi suhu permukaan perairan tropis Samudra Pasifik Timur. Nama El Nino berasal dati bahasa spanyol yang berarti “anak kecil itu”, fenomena ini biasanya terjadi saat natal di samudera pasifik di lepas pantai barat Amerika selatan.Dan La Nina yang artinya “gadis kecil”.

Di Indonesia fenomena thunderstorm dan MCS seringkali terjadi. Hal ini terlihat dari pengamatan satelit MTSAT yang mengorbit secara geostationer di atas Indonesia. Thunderstorm biasanya terjadi karena adanya awan-awan Cumulonimbus (Cb) yang memiliki ketebalan sampai beberapa kilometer. Awan Cb ini bisa terdiri atas satu sel tunggal kecil (single cell) , atau bisa juga berupa satu sel yang sangat besar (super cell), atau bisa juga terdiri atas banyak sel besar dan kecil membentuk sebuah barisan dan dikenal sebagai squall line.Awan Cb ini terjadi akibat adanya konveksi udara lembab yang kuat di permukaan. Indonesia sebagai daerah tropis yang 70% nya terdiri atas lautan merupakan tempat yang sangat baik bagi pertumbuhan awan-awan ini.Awan Cumulonimbus adalah jenis awan cumulus dengan ketebalan vertikal yang besar dan terdiri atas campuran kristal es di bagian atas dan tetes air di bagian bawah. Karakteristik ini menyebabkan awan Cb akan menurunkan hujan deras (shower) dalam waktu yang singkat. Namun, setelah periode hujan deras hujan gerimis (drizzle) masih bisa terjadi dan bisa terjadi sangat lama.Selain hujan deras, akibat terjadinya upward (aliran udara ke atas) dan downward (aliran udara ke bawah) yang kuat, awan ini juga sering menghasilkan kilat (lightning) dan guruh (thunder) karena terbentuknya lapisan elektrik positif dan negatif dalam awan. Cumulonimbus semacam inilah yang sering disebut badai guruh (thunderstorm).

Seperti disebutkan sebelumnya, thunderstorm bisa terjadi dalam sebuah awan tunggal, baik yang radiusnya kecil (single cell) maupun yang radiusnya besar (super cell). Tapi thunderstorm juga terjadi dalam kumpulan beberapa sel awan (multi cell) dengan area presipitasi yang besar pula. Konveksi sel tunggal umumnya dipicu oleh pemanasan yang kuat yang menyebabkan massa udara naik dengan cepat dan kuat. Karena itu single cell Cumulonimbus seringkali menimbulkan fenomena seperti puting beliung, atau tornado, dan juga hujan sangat deras dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat. Awan Cb super cell biasanya terlihat dari bawah seperti dinding yang dikenal sebagai wall cloud (gambar 4). Sedangkan awan multi cell biasanya terbentuk akibat adanya konvergensi skala besar di lapisan bawah. Karakteristik hujannya mungkin tidak sederas single cell, namun bisa berlangsung sangat lama, dalam orde harian bahkan mingguan. Selain itu juga menimbulkan penurunan suhu yang sangat signifikan di daerah yang dilaluinya. Awan multi cell, atau juga disebut MCS (Mesoscale Convective System), ini sulit diamati secara langsung, sebab pandangan kita akan tertutup oleh awan yang sangat besar. Biasanya fenomena ini diamati melalui satelit atau radar cuaca. Di Indonesia, fenomena MCS ini sering terjadi di sekitar Sumatera bagian tengah, tapi juga bisa terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia akibat adanya zona konvergensi antar tropik (ITCZ – Inter Tropical Convergency Zone).

Contoh terjadinya konveksi:
Angin laut bertiup pada siang hari. Daratan yang memiliki kalor jenis kecil, pada siang hari lebih cepat menyerap panas matahari dibandingkan dengan lautan yang memiliki kalor jenis besar. Dengan demikian, suhu udara di atas daratan lebih tinggi daripada suhu udara di atas permukaan laut. Daratan yang mempunyai suhu lebih tinggi menyebabkan tekanan udaranya lebih kecil daripada tekanan udara di atas laut dengan suhu udara lebih rendah. Karena tekanan udara di atas laut lebih besar, terjadilah aliran udara dari laut ke darat. Udara yang mengalir dari laut ke darat disebut angin laut.
Sebaliknya, pada malam hari, daratan yang memiliki kalor jenis kecil lebih cepat melepas panas dibandingkan dengan lautan yang memiliki kalor jenis besar. Dengan demikian, suhu udara di atas daratan lebih rendah daripada suhu udara di atas lautan. Karena suhu udara di atas lautan tinggi, tekanan udaranya rendah. Terjadilah aliran udara dari darat ke laut. Udara yang mengalir dari darat ke laut disebut angin darat.

Adapun pembentukan siklon tropis di samudera pasifik:

Ini terjadi pada 17 Maret 2009.

Animasi inframerah citra satelit dan gambar METOP-A menunjukkan konsolidasi cepat rendah tingkat pusat sirkulasi (LLCC) dengan beberapa band konvektif dalam spiral ke pusat.

Daerah konveksi sekarang terletak sekitar 240 mil laut barat laut Rarotonga, di Kepulauan Cook. Pembentukan siklon tropis yang signifikan mungkin dalam 180 mil kedua sisi garis yang ditarik dari 18.1S 163.5W ke 23.9S 160.9W dalam waktu 06-24 jam. Angin di daerah tersebut diperkirakan 25-30 knot. METSAT pencitraan menunjukkan bahwa pusat sirkulasi terletak di dekat 18.9S 163.2W. Sistem ini bergerak ke selatan sebesar 6 knot.

Meskipun pembangunan permukaan konvektif tertinggal sedikit di belakang organisasi, data scatterometer semakin mendukung penguatan LLCC. Sebuah gambar ASCAT parsial menunjukkan simpul 25-30 utara timur mengalir di atas setengah lingkaran. Lingkungan secara keseluruhan sangat baik untuk pengembangan lebih lanjut. Tingkat atas analisis dan animasi air
uap citra menunjukkan suatu anticyclone atas dengan sangat baik LLCC keluar poleward ditingkatkan dengan dua terendah tingkat atas (barat daya dan tenggara dari sistem), serta arus keluar equatorward baik ditingkatkan dengan kuat arus lintas khatulistiwa.
Dengan SST dari 29C, panas laut konten dan kelembaban yang mendalam dukungan amplop terus konsolidasi. Maksimum angin permukaan berkelanjutan diperkirakan 25-30 knot. Minimum tekanan permukaan laut diperkirakan dekat 1000 mb. Berdasarkan lingkungan yang menguntungkan baik dicirikan oleh aliran keluar dan pengorganisasian LLCC cepat, potensi bagi pengembangan siklon tropis yang signifikan dalam waktu 24 jam itu baik.


Responses

  1. Mas,apa yg anda maksud dgn angin el nino dan lanina itu?bingung ne

    • El Niño (dibaca ) adalah kondisi abnormal iklim di mana suhu permukaan Samudra Pasifik di pantai Barat Ekuador dan Peru lebih tinggi dari rata-rata normalnya. Nama El Niño diambil dari bahasa Spanyol yang berarti “anak laki-laki”, merujuk pada bayi Yesus Kristus dan digunakan karena arus ini biasanya muncul selama musim Natal. Karena fluktuasi dari tekanan udara dan pola angin di Selatan Pasifik yang menyertai El Niño, fenomena ini dikenal dengan nama El Niño Southern Oscillation (ENSO).

      La Nina lebih kepada keadaan suhu yang lebih dingin, biasanya terjadi di Pasifik Tengah dan Timur – lebih dingin dari keadaan biasa yang membawa Arus Humbolt membawa air dingin ke kawasan Pasifik ini. Disaat La Nina, angin timur bertambah kuat dan suhu menjadi dingin sepanjang pantai barat benua Amerika Selatan.

      Sepanjang waktu ini, suhu air laut sepanjang Khatulistiwa sekitar 14 derajat Celsius. Masa tahun-tahun La Nina, suhu meningkat di Asia Tenggara dan Australia – berlawanan dengan tahun-tahun El Nino. Sistem putaran keadaan suhu panas (El Nino), normal dan dingin (La Nina) hal ini berlaku setiap tiga hingga empat tahun.

  2. ya pak..
    bahan dan ide nya sudah dapat
    INSYAALLAH secepatnya segera saya tuangkan dalam blog..sama-sama pak

  3. sama sama isna…
    eeehhmmm…
    biasanya awan comunolimbus terjadi pada saat memasuki musim hujan, yang dapat berpotensi memunculkan awan comunolimbus yang bisa mengundang angin topan atau puting beliung…
    gtu isna klo menurut icank..
    semoga blog aku bermanfaat yaa…

  4. thx dra…
    ya segera saya comment blog kamu..

  5. ok saya akan coba jawab pertanyaan kamu sifa..
    multi cell adalah sekumpulan sel awan dimana terjadi nya thunderstorm..
    jelas ada hubungannya dengan la nina el nino..
    karena multi cell berhubungan dengan angin…
    maaf yaa kalo jawabannya kurang memuaskan..
    thx…

  6. waaalikumsallam…
    menurut saya bisa yu…
    makasih

  7. pertanyaannya yg bagus furkon..
    menurut saya dampak terbesar yg terjadi di darat dan di laut akibat konveksi adalah puting beliung yg dapat menghancurkan apa yg di lewatinya, serta dapat mengganggu proses perubahan cuaca…
    mungkin kurang lebih seperti ini jawabannya…
    semoga bermanfaat yaa…
    terimakasih furkon..

  8. menurut saya tidak ada penyebab lain selain awan..
    karena dari yg saya baca memang thunderstorm biasanya terjadi oleh beberapa jenis awan…
    seperti awan multi cell,single cell dan lain lain..
    mkasih buat pertanyaannya nina

  9. ya sangat berdampak bagi biota biota laut..
    tapi yg akan saya jelaskan di sini mengenai dampak pada karang karangnya..
    akibat konveksi di laut terjadi banyak pemutihan di beberapa pulau di Indonesia, seperti kepulauan seribu,riau,lombok,bali,kepulauan karimun jawa,dan selat sunda.pada akihir agustus 1998 terjadi kematian yg meluas mencapai 90-95%, yg mencakup mulai dari rataan terumbu hingga ke kejelukan 25 m.dan yg mengalami pemutihan yg terparah adalah species karang bercabang..
    makasih buat pertanyaan nya

  10. dampaknya sangat merugikan bagi manusia…
    jika terjadi puting beliung akibat konveksi d atmosfer akan sangat merugikan manusia karena dapat merusak pemukiman para penduduk dan lahan lahan pertanian…
    bahkan bisa menyebabkan korban jiwa…
    makasih ya pertanyaannya..
    semoga jawaban saya bisa bermanfaat..

  11. makish bu..
    saya akan mencoba menjuawab pertanyaan ibu..
    udara selalu mengandung uap air.apabila uap air ini meluao akan menjadi titik titik air dan terbentuklah awan.
    berikut penjelasan mengenai penguapan yang menyebabkan terjadi nya awan:
    Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
    menyangkut mengapa indonesia merupakan tempat yang sangat baik bagi pertumbuhan awan di karenakan indonesia adalah negara yang di kelilingi oleh laut dan di lewati oleh garis khatulistiwa dan indonesia sendiri beriklim tropis yang menyebabkan sangat mudah nya terjadinya kelembapan di atmosfer sehingga sangat memudahkan untuk proses terbentuknya awan..

    dan mengapa pulau pulau kecil berperan penting bagi proses konveksi,ini di karenakan banyak bertemunya angin darat dan angin laut di setiap pulau pulau kecil yang tidak terhalang oleh gunung maupun pulau pulau lain yang besar…

    mungkin hanya ini yang bisa saya jelaskan dari pertanyaan yang ibu berikan….

    dan sebulumnya saya pribadi sangat berterimakasih kepada ibu yang sudah memberikan tugas seperti ini..
    karena selain bisa menambah wawasan dalam mata kuliah ini..
    juga menambah ilmu pengetahuan tentang IPTEK…
    terimakasih bu…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: